Sunday, March 27, 2011

Mendapatkan Koneksi Internet

Koneksi Internet adalah hal umum yang dibutuhkan oleh mahasiswa jaman sekarang, Tapi tak banyak orang yang tahu bagaimana kita bias mendapatkan koneksi Internet tersebut. Sebelum kita mendapatkan koneksi Internet khususnya untuk Internet yang di share, Kita harus masuk ke dalam Jaringan. Contohnya adalah Jarigan seperti di bawah ini

gbr-1.jpg
Sebelum memasang Jaringan kita sebaiknya menyiapkan Hardware & software yang akan tersambung di dalam lingkup jaringan tersebut. Beberapa langkah persiapan yang diperlukan adalah :
1. PC Server
2. PC Client
3. Hub / Switch / Router
Merupakan alat yang digunakan untuk membagi koneksi internet dari PC server ke PC Client. Pilihan antara Hub / Switch / Router ditentukan oleh kemampuan koneksi yang ingin dihasilkan, dan tentu saja di sesuaikan dengan dana yang tersedia. Pada studi kasus kita kali ini saya akan menggunakan Switch sebagai pembagi koneksi internet.
4. Modem
Modem adalah sebuah device yang digunakan sebagai penghubung dari sebuah PC atau jaringan ke Penyedia Layanan Internet (Internet Service Provider / ISP). Penggunaan Modem yang akan di bahas kali ini adalah modem jenis ADSL. Modem jenis ini biasanya digunakan oleh ISP Telkomspeedy.

Setting Modem ADSL Eksternal 
Berikut adalah langkah yang harus dilakukan untuk memastikan PC Server terhubung ke internet :
1. Pertama, buka internet browser seperti “mozilla firefox”, kemudian pada address bar ketikkan http://192.168.1.1/ lalu tekan Enter


2. Kemudian akan muncul kotak dialog seperti gambar dibawah ini, lalu isi kolom username dan password dengan nama user dan password yang terdaftar di ISP, misalnya:
username : admin

password : ……..
3.  Setelah itu kita akan masuk ke menu utama konfigurasi modem ADSL Prolink. Klik modify untuk mengubah konfigurasi dari modem.


4. Setelah itu ke menu “PPP Interface-Modify”. Beberapa hal yang dapat kita ubah antara lain: Default Route, Status, Configured MTU, Inactivity TimeOut(mins), Security Protocol, Login Name dan Password. Semuanya kita gunakan yang defaultnya saja, tapi untuk login name dan password kita harus mengisikan sesuai dengan nama dan password yang telah diberikan oleh ISP (Telkom).


5.  PPP Interface telah selesai dikonfigurasi, klik close kemudian kembali ke menu utama dari konfigurasi modem ADSL Prolink.


6. Selanjutnya masuk ke menu LAN. Pada LAN Configuration terdapat beberapa pilihan yang dapat setting, yaitu:
a. Get LAN Address, pada item ini terdapat 3 pilihan, yaitu: manual, External DHCP Server, dan Internal DHCP Server. Jika kita tidak menggunakan fasilitas DHCP, sebaiknya kita pilih manual saja
b. Conf. LAN IP Address, pada item ini kita isikan 192.168.1.1
c. Conf. LAN Network Mask, pada item ini isikan 255.255.255.0 atau Network Mask default dari kelas IP yang kita gunakan

Selanjutnya pada USB Configuration juga terdapat beberapa pilihan yang dapat di setting, yaitu:
USB IP Address, pada item ini isikan IP Address untuk USB sesuai dengan kelas IP yang kita gunakan, misalnya 192.168.1.2USB Network Mask, pada item ini ketikkan 255.255.255.0
Setelah selesai, klik submit untuk menyimpan konfigurasi modem.


7. Kemudian kita masuk ke menu selanjutnya, yaitu WAN. Untuk menu ini tidak banyak yang dilakukan penyetingan, jadi sebaiknya kita lanjutkan ke menu berikutnya
 8. Selanjutnya kita ke menu Bridging. Pada Bridge Configuration hanya ada satu item yang dapat kita ubah, namun sebaiknya kita gunakan yang defaultnya saja dan berlanjut ke menu selanjutnya
9. Selanjutnya kita masuk ke menu service. Pada menu ini kita dapat mengkonfigurasi dari Network Address Translation yang kita gunakan. Jika sudah selesai klik submit dan kita berlanjut ke menu berikutnya
10. Kemudian kita masuk ke menu Admin. Pada user configuration, kita dapat melihat informasi tentang user seperti: membuat/menghapus user, dan membuat password
11.  selanjutnya kita kembali ke menu utama, dan pada gambar dibawah ini kita dapat melihat bahwa koneksi internet telah berjalan ditandai dengan Operational status yang sebelumnya berwarna “oranye” menjadi “hijau” dan kecepatan dari upload dan download. Ini berarti proses setting modem ADSL Prolink telah selesai.

Sinkronisasi

Setelah hubungan antara PC server dan koneksi internet dapat berjalan lancar langkah

selanjutnya adalah sinkronisasi. Agar semua komputer dapat tersinkronisasi secara benar, berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan :

1) Sinkronisasi Nama Komputer / PC dan Nama Work Group dilakukan dengan cara

sebagai berikut :

a. Menampilkan Task Control System
gbr-5.jpg
b. Pada Tab Computer Name klik Change untuk mengubah nama komputer dan nama WorkGroup. Nama komputer sebaiknya diurutkan sesuai dengan nomor Clientnya untuk memudahkan kita mengingat masing-masing nama komputer,nama masing-masing PC tidak boleh sama. Namun untuk nama Workgroup harus lah dibuat sama untuk semua Client dan juga Server.

gbr-6.jpg

c. Setelah nama PC kita ganti langkah selanjutnya adalah mengganti Network IDdengan cara mengeklik Tab Network ID pada task Control System tadi.
i. Pada pertanyaan How Do You Use This Computer pilihlah option This Computer is part of a business network, kemudian Klik Next.

gbr-7.jpg
ii. Pada Option selanjutnya pilihlah Network without a Domain.

gbr-8.jpg
iii. Selanjutnya isikan nama WorkGroup sesuai dengan nama WorkGorup yang kita isikan pada waktu mengganti nama PC pada langkah (b) tadi.

gbr-91.jpg

iv. Selanjutnya Klik Next dan kemudian Finish. Tunggu beberapa saat hingga komputer selesai melakukan pergantian Network ID dan lakukan restrat System Operasi / Reboot.
2) Sinkronisasi Waktu / Jam dilakukan dengan menempuh langkah sebagai berikut:
a. Double klik tampilan jam yang ada pada sudut kiri bawah desktop anda.
b. Pilihlah tabs Internet Time => Update Now

gbr-10.jpg
c. Tunggu beberapa saat hingga terdapat statement berikut : The time has ben succesfully Synchronized.
d. Jika yang tampil adalah statement error, maka ulangi klik Update Now hingga berhasil menyamakan waktu PC anda dengan server Windows.
e. Jika Update berhasil, namun jam yang ditampilkan tidak sama, maka kesalahanmungkin terjadi pada Time Zone untuk wilayah WIB wilayah waktunya adalah GMT + 07.00 Bangkok, Hanoi, Jakarta sedangkan untuk WITA adalah GMT+08.00 Perth dan WIT dengan GMT + 09.00 Seoul.
gbr-11.jpg

Internet Connection Sharing (ICS)


Sampai dengan tahap ini PC yang terkoneksi keinternet hanyalan PC server saja. Untuk memberikan akses bagi PC client agar mempunyai akses ke internet kita perlu mengaktifkan Internet Connection Sharing yang kita miliki pada PC server. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1)  Buka Jendela Network Connection yang terdapat pada Control Panel. Lalu klik kanan pada Koneksi aktif kita ke internet => pilih Properties.

gbr-12.jpg
2) Pada tabs Advanced aktifkan option Allow other network users to connect through thiscomputer’s Internet Connection.
3) Setelah Koneksi Internet berhasil di sharing maka akan muncul 2 buah macam koneksi. Sebaiknya ganti nama masing-masing koneksi tersebut agar mudah membedakan antarakoneksi yang terhubung ke Modem dengan Koneksi yang terhubung ke Switch dengan cara me-rename masing-masing koneksi tersebut.


gbr-13.jpg 

4) Jika kita buka properties pada koneksi yang terhubung ke Switch, pada tabs support
terdapat alamat IP yang akan menjadi default Gateway bagi PC Client yang akan
terhubung melalui PC Server (192.168.0.1).

gbr-14.jpg 

Network Setup
Langkah-langkah yang kita lakukan tadi hanyalah untuk memberikan izin bagi PC Client agar dapat mengakses Internet. Untuk mengaktifkan Izin tersebut dilakukan dengan cara mensetup Network / Jaringan yang kita miliki. Langkah pengerjaannya adalah sebagai berikut :
1) Buka Network Setup Wizard yang terdapat pada Control Panel. Lalu lakukan langkah
seperti pada gambar. (pastikan Koneksi ke internet dalam keadaan hidup).

gbr-16.jpg 

2) Pada pilihan select a Connection Method pilih yang Connect Directly to the Internet untuk PC server dan bila melakukan settingan pada PC Client plihlah Option Connect to the internet through a residental gateway.

gbr-17.jpg 

3) Option Berikut meminta kita menentukan koneksi yang mana yang akan kita gunakan untuk melakukan dial-up ke Internet. Pilihlah koneksi yang tersambung ke Modem. Pilihan ini tidak ada pada saat kita melakukan setting di PC Client.

gbr-18.jpg 

4) Isikan Computer Name sesuai dengan nama yang telah kita berikan tadi, lalu isikan Computer Description jika anda inginkan (Optional / tidak diisi tidak berpengaruh).

gbr-19.jpg 

5) Isi Nama Workgroup sesuai dengan nama yang telah kita tentukan sebelumnya. Perlu saya ingatkan kembali bahwa nama workgroup sebaiknya sama untuk semua komputer agar langkah setting lebih mudah.

gbr-20.jpg 

6) Pilihlah option Turn On File and Printing Sharing pada task selanjutnya.

gbr-21.jpg 

7) Setelah settingan pada jendela log kita anggap benar klik next untuk menjalankan / Mengaktifkan settingan yang telah kita buat tadi.

gbr-22.jpg 

Tunggu beberapa saat hingga komputer selesai menyesuaikan dengan settingan barunya.

gbr-23.jpg 

9) Pilih option just finish wizard, lalu klik Next = > Finish. Biasanya PC akan otomatis reboot setelah menyelesaikan prosedur tadi.

gbr-24.jpg
Langkah yang sama kita lakukan pada semua PC Client. Perbedaan cara setting antara PC Server dan PC Client hanyalah terletak pada point 2 dan point 3. Setelah menyelesaikan langkah settingan tersebut pada PC Client lakukanlah pengetesan koneksi dengan cara yang sama dengan PC Server, yaitu mengunjungi alamat situs yang mudah di Loading dan mengetes kecepatan koneksi. Bila koneksi yang ada dirasa terlalu lambat silahkan lakukan pengecekan pada settingan Network tadi apakah ada Option yang salah atau tidak, dan juga lakukan pengecekan pada koneksi perkabelan apakah suda terposisikan dengan baik atau belum. Sampai dengan langkah ini semua PC Client bisa terhubung dengan bebas ke Internet selama PC Server menghidupkan Koneksinya. Untuk membatasi penggunaan pada PC Client adal beberapa pilihan. Yang pertama adalah membuat list user dari Computer Client, user mana yang mempunyai hak untuk mengakses internet yang mana yang tidak diizinkan untuk mengaksesnya. Settingan tersebut biasanya digunakan di perkantoran. Sedangkan untuk warnet, pembatasan akses biasanya dilakukan dengan menginstalkan program billing pada C Server dan PC Client. Untuk produk billing dalam negeri sudah terdapat beberapa pengembang program diantaranya adalah www.billingexplorer.com dan www.indobilling.com untuk keperluan setting billing ini silahkan menghubungi pengembangnya masing-masing.

Jika ingin mendownload dokumennya secara lengkap bisa di download disini 
Terima kasih semoga bisa bermanfaat bagi teman - teman

0 komentar:

Post a Comment

  © Blogger template On The Road by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP